Mungkin "Takdir Kita" Berhenti pada Hari Kemarin
Rasanya masih kuingat jelas terakhir kali kita bertemu. Ketika kita saling bertegur sapa dalam dunia nyata. Memang kita hanyalah teman biasa yang dipertemukan melalui satu sahabat. Tahukah kamu bahwa ku pikir memang tidak akan ada pertemanan atau persahabatan yang murni terjalin antara seorang laki-laki dan perempuan. Entahlah aku mempercayai bahwa salah satu dari mereka akan terjerembab, pada perasaan dalam hati yang rumit dan sulit dijelaskan, apalagi diungkapkan. Kita terbiasa untuk bercerita satu sama lain. Kamu tahu bagaimana aku, meski kita berbeda lokasi. Begitupun sebaliknya.Namun setelah kamu bersamanya, ku pikir semua berubah. Kita tak sebebas dahulu ketika ingin bercerita. Aku takut menghubungi terlebih dahulu. Takut kalau kamu dan dia mendapat kesalahpahaman dengan pertemanan kita. Mungkin, takdir kita menjadi teman memang harus dijeda mulai hari kemarin. Dan sekalipun nanti kita bisa berkomunikasi lagi, ku tahu semua tidak akan pernah sama. Semua akan menjadi kaku. La...