Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Silahkan Pergi Bersamanya, Aku (harus) Ikhlas

“loving can hurt sometimes..” Telingaku mendengar setiap lirik lagu Ed Sheeran dengan sangat jelas. Biasanya lagu itu kusenandungkan tanpa ada pertimbangan mengenai maknanya. Namun hari ini berbeda. Seusai perbincangan dengan seseorang yang sangat aku cinta (baca: Mama). Aku selalu menceritakan apa saja yang aku ketahui dan ku rasakan pada beliau. Hampir tiada rahasia antara aku dan Mama. Hingga akhirnya malam itu mama berkata supaya aku berhenti menunggu seseorang yang aku suka.  Toh memang aku seharusnya sudah melakukannya sejak lama. Karna seseorang yang ku maksud adalah ia yang saat ini telah bersama dengan kekasihnya. Sebelum ini aku selalu meyakinkan diri bahwa sekalipun hari ini dia bersama wanita itu, toh belum tentu mereka berjodoh kan? Aku masih menyelipkan sedikit harap akan kesempatan aku dan dirinya. Hingga akhirnya hari ini aku dikagetkan dengan kalimat Mama yang sekan ‘menamparku’ untuk berhenti berharap dan melangkah dengan ikhlas meninggalkan kenangan ser...

Nikah? Pernikahan (?)

sepertinya sudah terlalu lama meninggalkan dunia menulis yang selama ini menjadi stress released gue. hari ini ditengah kebimbangan, kerumitan, kepusingan, kegundahgulanaan, dan segala macam rasa yang berkecamuk karena kesibukan gue menulis proposal penelitian... gue menyempatkan (atau lebih tepatnya mencuri kesempatkan) untuk menulis dan mencurahkan pemikiran yang tetiba terlintas karna beberapa hal. emang sebenarnya apa sih yang mau gue bicarakan hari ini? well beberapa hari ini ada aja kejadian yang bikin gue bingung (?). why oh why? akhir-akhir ini ada aja sesuatu yang gue alami dan seperti menyetuh pemikiran gue mengenai pernikahan. huuuuuuh. gak tau kenapa kalau gue menceritakan atau bertukar cerita mengenai pernikahan dengan teman sesama perempuan, i feel like "it's okay. no prolem to talk about it. and let's make a wish and plan about our future husband" haha tapi hal itu berubah drastis ketika urusan pernikahan, gue bicarakan dengan teman gue yang nota...

Mungkin "Takdir Kita" Berhenti pada Hari Kemarin

Rasanya masih kuingat jelas terakhir kali kita bertemu. Ketika kita saling bertegur sapa dalam dunia nyata. Memang kita hanyalah teman biasa yang dipertemukan melalui satu sahabat. Tahukah kamu bahwa ku pikir memang tidak akan ada pertemanan atau persahabatan yang murni terjalin antara seorang laki-laki dan perempuan. Entahlah aku mempercayai bahwa salah satu dari mereka akan terjerembab, pada perasaan dalam hati yang rumit dan sulit dijelaskan, apalagi diungkapkan. Kita terbiasa untuk bercerita satu sama lain. Kamu tahu bagaimana aku, meski kita berbeda lokasi. Begitupun sebaliknya.Namun setelah kamu bersamanya, ku pikir semua berubah. Kita tak sebebas dahulu ketika ingin bercerita. Aku takut menghubungi terlebih dahulu. Takut kalau kamu dan dia mendapat kesalahpahaman dengan pertemanan kita. Mungkin, takdir kita menjadi teman memang harus dijeda mulai hari kemarin. Dan sekalipun nanti kita bisa berkomunikasi lagi, ku tahu semua tidak akan pernah sama. Semua akan menjadi kaku. La...

Why Resolution?

Assalamualaikum wr.wb Halloooooo Alohaaaa Duh kudet (re: kurang update) alias gak kekinian banget yaaa. Udah empat bulan terlewati di tahun 2015 ini, dan gue mau posting tentang resolusi? hahaha biarin deh yaaa.. Hitung-hitung sekalian meramaikan kancah per-blog-an ( naon sih ) yang sudah gue miliki ini. Jadi guys... Gue sempet kepikiran.. Kenapa sih ketika pergantian tahun atau pergantian usia, beberapa diantara kita sibuk mempersiapkan resolusi? Dan resolusi itu apa sih? Penting banget gak sih? Well let me share my opinion bout it :) Resolusi atau resolution (dalam bahasa Inggris) terdiri dari dua kata, betul? Re dan Solution. Re biasanya digunakan untuk kegiatan atau suatu yang berulang (iya kaaan?); kemudian solution artinya solusi.... Seperti halnya sebuah masalah yang memerlukan sebuah (atau lebih solusi). Ya intinya solusi itu bisa dibilang upaya mengendalikan masalah. Btw, gue gak menggunakan frase "pemecahan masalah" karna gue sejujurnya terpengaruh oleh sa...