Nikah? Pernikahan (?)

sepertinya sudah terlalu lama meninggalkan dunia menulis yang selama ini menjadi stress released gue.
hari ini ditengah kebimbangan, kerumitan, kepusingan, kegundahgulanaan, dan segala macam rasa yang berkecamuk karena kesibukan gue menulis proposal penelitian... gue menyempatkan (atau lebih tepatnya mencuri kesempatkan) untuk menulis dan mencurahkan pemikiran yang tetiba terlintas karna beberapa hal.

emang sebenarnya apa sih yang mau gue bicarakan hari ini?
well beberapa hari ini ada aja kejadian yang bikin gue bingung (?). why oh why? akhir-akhir ini ada aja sesuatu yang gue alami dan seperti menyetuh pemikiran gue mengenai pernikahan.
huuuuuuh. gak tau kenapa kalau gue menceritakan atau bertukar cerita mengenai pernikahan dengan teman sesama perempuan, i feel like "it's okay. no prolem to talk about it. and let's make a wish and plan about our future husband" haha
tapi hal itu berubah drastis ketika urusan pernikahan, gue bicarakan dengan teman gue yang notabene adalah laki-laki. to be honest, sampai saat ini gue masih takut kalau membayangkan pernikahan.
membayangkan mengikat janji menyatukan dua pribadi dan keluarga besar untuk dapat saling melengkapi, juga berjanji untuk selalu bersama. oh my!!! bayangkan nantinya lo akan mengabiskan waktu bersama atau hidup lo dengan seseorang yang (bisa jadi) baru lo kenal beberapa waktu yang lalu.
iya, lo akan tinggal bersama seseorang yang tidak terlalu mengenal lo, seperti halnya orang tua yang sangat mengenal lo. atau kalau lo adalah laki-laki, lo akan hidup bersama perempuan yang harus lo tanggung kehidupan dunia dan akhiratnya.
deuh berat banget gak sih?

gue gak tau apakah opini gue ini keterlaluan? sampai kadang membuat gue takut kayak gitu. hmm kalau dipikir lagi sih, dengan usia kepala dua seperti gue sekarang harusnya gue gak boleh takut tentang pernikahan. toh (insya Allah) cepat atau lambat gue juga akan menikah (aamiin, hoho).
sejujurnya beberapa waktu lalu gue pernah berujar ke Mama, gue cerita tentang orang yang selama ini gue kagumi (laki-laki yang gue kagumi, maksudnya). gue juga sempat bilang kalau dia melamar gue, bahkan jika itu adalah hari ini... gue gak akan ragu untuk menerima lamaran seseorang itu.
hmmm inti dari cerita gue, bukan mau mengungkit seseorang yang gue maksud itu sih. cumaaaaa yaudahlah mari kembali ke topik utama tentang pernikahan.

mungkin nanti ada saatnya akan datang seseorang yang bisa meyakinkan gue untuk gak perlu takut menjalankan pernikahan. hidup bersama seseorang yang baru itu. seseorang yang bisa menuntun gue menuju jalan kebaikan, menuju ridho Allah, dan mengingatkan gue akan Allah.
ingatlah! laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. atau ada tambahan yang gue kutip dari fanpage penulis kenamaan (Tere Liye). setidaknya ketika kamu mendapatkan jodoh yang tidak sebaik dirimu, kamu sudah berusaha dan menjadi lebih baik, karena kamu sudah berusaha memperbaiki dirimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pamitran 2013

kado terindah

SEMBUNYIMU PAGI INI