Hakikat Cinta
Seekor anak rusa berjalan guntai ditengah padang luas. Ia mencari dimana induknya berada. Ia merasa baru saja ia pergi mencari seteguk air untuk menuntaskan dahaga. Baru saja ia merasakan sedikit kebahagiaan dengan meminum mata air jernih itu. Ia lelah berjalan dalam pencarian. Air mata sudah tersungging enggan menetes dari pelupuk matanya. Ia tak pernah menangis sebelumnya. Ia belum pernah merasa sesepi ini. Hari mulai gelap. Sang mentari memudar dan digantikan dengan sinar lembut rembulan yang bersemu. Dari kejauhan ia melihat siluet. Iya siluet yang amat ia kenal. Sang induk. Tanpa peduli lelahnya berjalan seharian, ia menghampiri sang induk dan berkata: “kenapa kamu meninggalkan aku sendirian seperti ini?” kemudian dengan senyum lembut yang masih sama, sang induk menjawab: “nak, jika kamu terus bersamaku.. kamu tidak dapat menentukan jalan mana yang kamu pilih. Kamu tidak akan tahu bahwa kamu dapat berjalan sejauh itu. Dan kamu tak pernah sadar bahwa kamu telah dewasa” ...