Silahkan Pergi Bersamanya, Aku (harus) Ikhlas
“loving can hurt sometimes..”
Telingaku mendengar setiap lirik
lagu Ed Sheeran dengan sangat jelas. Biasanya lagu itu kusenandungkan tanpa ada
pertimbangan mengenai maknanya. Namun hari ini berbeda.
Seusai perbincangan dengan
seseorang yang sangat aku cinta (baca: Mama).
Aku selalu menceritakan apa saja
yang aku ketahui dan ku rasakan pada beliau. Hampir tiada rahasia antara aku
dan Mama. Hingga akhirnya malam itu mama berkata supaya aku berhenti menunggu
seseorang yang aku suka. Toh memang aku
seharusnya sudah melakukannya sejak lama. Karna seseorang yang ku maksud adalah
ia yang saat ini telah bersama dengan kekasihnya.
Sebelum ini aku selalu meyakinkan
diri bahwa sekalipun hari ini dia bersama wanita itu, toh belum tentu mereka
berjodoh kan? Aku masih menyelipkan sedikit harap akan kesempatan aku dan
dirinya. Hingga akhirnya hari ini aku dikagetkan dengan kalimat Mama yang sekan
‘menamparku’ untuk berhenti berharap dan melangkah dengan ikhlas meninggalkan kenangan
serta perasaan yang tersisa untuknya.
Sulitkah untuk melangkah dengan
meninggalkan perasaan yang terlanjur menemani aku selama beberapa tahun
terakhir ini? Jawabannya tentu saja sulit. Sangat sulit bahkan. Bagaimana
mungkin setelah berkali-kali aku dibuatnya jatuh hati dan berganti dengan patah
hati kemudian kembali jatuh hati, kini aku harus setulusnya melapangkan hati
untuk menerima kenyataan dia bersama kekasihnya.
Namun kawan, sulit bukan berarti
tidak bisa. Bahkan tidak bisa pun belum tentu berarti tidak akan pernah bisa.
Hari ini aku akan berjalan. Menatap lurus kedepan. Berfokus pada hal yang dapat
aku kendalikan dan aku raih dengan usahaku. Bukan berfokus pada seseorang yang
sudah memilih orang lain sebagai fokusnya.
So since today, dear. I am
letting you go and find peace with your lover.
And I am here will be able to catch every dream which I have.
Komentar
Posting Komentar